You'll Never Walk Alone
Liverpool
Football Club,
klub sepakbola profesional yang bermarkas di daerah Merseyside,
kotaLiverpool, barat laut Inggris. Klub yang juga berjuluk The
Reds ini berdiri pada 15 Maret 1892, didirikan oleh John
Houlding. John Holding mendirikan Liverpool F.C. karena
berselisih dengan klub sepakbola Everton F.C. yang ketika itu menyewa
lapangan Anfield milik John Houlding.
John
Houlding tak
pernah menyangka, kalau ternyata klub yang diberinya nama Liverpool F.C. bakal
sukses dan melegenda. Lebih dari 100 tahun, belum ada satu pun klub Inggris
yang mampu menyamai pencapaian prestasi Liverpool; Juara Liga 18 kali, juara
Piala FA 7 kali, juara Piala Liga 7 kali, juara Piala Eropa 5 kali, dan juara
Piala UEFA 3 kali. Everton enggan membayar biaya sewa stadion yang dinaikkan
oleh John Holding. Everton F.C. sendiri memutuskan untuk pindah ke Goodison
Park.
Pelatih pertama The
Reds, John McKenna, membawa 13 pesepakbola profesional dari
Skotlandia keLiverpool. Untuk menyertai Liga Inggris, Liverpool harus
bermain di Liga Lancashire terlebih dahulu. Pertandingan
perdana Liverpool pada Liga Lancashire, berkesudahan dengan
kemenangan 8-0 diAnfield, atas lawannya Higher Walton. Gol pertama
bagi Liverpool dilesakkan oleh Malcom McVean.
Musim pertama di Liga
Lancashire (1892/93), Liverpool berhasil keluar
sebagai juara. Dengan ini,Liverpool berhak ikut dalam kompetisi
Liga Inggris Divisi 2. Tahun pertama (1893/94) menjalani kompetisi Liga Inggris
Divisi 2, Liverpool langsung meraih juara, bahkan dengan
rekor tanpa kalah. Dalam pertandingan play-off, Liverpool menundukkan
Newton Heath (kelak menjadi Manchester United) dengan skor 2-0, dan berhak
mengikuti Liga Inggris Divisi 1 (liga tertinggi di Inggris saat itu)
Kisah
perjalanan Club Liverpool FC :
Berdirinya LFC diawali
ketika saingan terbesar dan klub tetangga, Everton, bermula dari sebuah masalah
dengan Everton yang membuat LFC berdiri. Ketika Liga sepakbola digelar
untuk pertama kalinya pada tahun 1888, Anfield adalah salah satu Stadion
pertama yang menjadi penyelenggara. Pada Sabtu 8 september 1888, pertandingan
Liga pembuka, Anfield menyambut team tamu Accrington yang bermain tidak dengan
‘the Reds’ melainkan ‘the Blues’ Everton FC.
Warna biru dan putih
kotak-kotak milik Everton menjadi sebuah pertanda bagi mereka di Anfield ketika
memenangkan Liga Inggris pada tahun 1891, tapi ini adalah awal yang sulit bagi
Everton. Sebenarnya Kedua team Everton dan LFC berutang banyak akan
keberadaannya pada para pendeta dan pemuda dari gereja St. Domingo dan juga
kepada John Houlding — Gubernur Liverpool yang membuat Everton meninggalkan
Anfield dan yang membentuk LFC.
Klub sepakbola St. Domingo
pada awalnya dibuat sebagai wadah bagi para pendeta dan pemuda gereja agar bisa
diarahkan dan lebih akrab satu sama lain dengan tujuan keagamaan. dengan
pelatihan yang rutin dan bertanding kesana kemari. dalam setahun bermain dan
berlatih di Stanley Park, mereka menamai klubnya Everton FC, untuk menghargai
nama tempat dimana mereka didirikan. Klub St. Domingo sebenarnya tidak
memulai pertemuan antar pemainnya di gereja, melainkan disebuah motel di
Village Street yang disebut "Ye Anciente Everton Toffee
House". dari sanalah Everton FC mendapatkan julukan“The
Toffees”. dan dengan menamai klubnya Everton, klub yakin kalau mereka
akan dikenal oleh para pendukungnya dari luar kota yang banyak
menanyakan, “Dibagian manakah kota Everton berada?” pada awalnya Everton bermain dan berlatih diberbagai tempat di Liverpool
tapi seringnya mereka berlatih dilapangan kosong diwilayah Stanley Park antara
Anfield Road dan Walton Breck Road. maka lahirlah salah satu nama besar di
dunia sepakbola - Anfield. Klub berkembang dan mendapat sokongan dana dan
pengarahan dari Presiden Klub John Houlding.
Houlding adalah pemilik
pabrik bir dan anggota DPRD setempat yang lalu menjadi Gubernur kota
Liverpool. walaupun beliau akhirnya menjadi orang terlupakan di kota
liverpool, setidaknya sebuah plakat perunggu masih menempel di Directors’
Lounge di stadion Anfield dan sebuah lukisan foto cat minyak menggantung di
museum klub untuk menghargai cita-cita dan perannya. Bagi seorang yang
berjasa akan perkembangan Everton dan pendiri dari LFC, sungguh tragis betapa
dia dilupakan. tapi ada beberapa landmark dimana Houlding dikenal sebagai “John
of Everton”. sebuah jalan kecil dinamai Houlding Street yang
dipojokannya ada sebuah bar bernama “Sandon”. Sandon adalah kepunyaan Houlding
dan dia memimpin pertemuan-pertemuan Everton disana, diruangan pavilyun
dibagian belakang bar. tempat tersebut digunakan juga sebagai tempat berganti
pakaian bagi para pemain untuk beberapa tahun.
Kedua klub, Everton dan
Liverpool pun untuk pertama kali difoto adalah didepan pavilyun
tersebut. yang menjadi pertanyaan akankah Everton akan menjadi salah satu
anggota pendiri dari Liga sepakbola pada tahun 1888 kalau tanpa bantuan
Houlding? Dia membawa Everton ke Anfield pada tahun 1884, Sebelumnya mereka
menyewa sebuah lapangan kecil di Priory Road, disebelah utara Stanley Park.
tapi mereka terusir karena kebisingan yang terjadi setiap mereka mengadakan
pertandingan. Maka Houlding menemui temannya sesama pemilik pabrik bir,
Mr. Orrell. yang mempunyai tempat di Anfield Road dan menjalin perjanjian
bisnis demi mempunyai sebuah stadion kandang. Tapi dari keputusan itulah kritik
berdatangan bertubi-tubi pada sang presiden klub dari jajaran pengurus Everton,
dan krisis itu memuncak pada tahun 1892. bukan hanya sewa lapangan saja yang
menjadi pokok permasalahan yang mengganggu jajaran pengurus. Houlding
menetapkan bahwa hanya bir produksinyalah yang berhak dijual selama
pertandingan kandang. dan dia pastinya meraih keuntungan banyak dari keputusan
tersebut. Walau bagaimanapun, tetap John Houlding lah yang menolong Everton
keluar dari masalah keuangan untuk membeli pemain atau merenovasi lapangan. Penggunaan Sandon Bar sebagai ruang gantipun adalah keputusan yang
lagi-lagi menguntungkan Houlding sendiri karena para pemain akan meminum
produknya disana.
Sebuah surat di harian
Liverpool Echo pada Januari 1892 menyatakan bahwa Houlding tidak ingin para
pemainnya keluar dari bar, penulis mengatakan,” itu sangat memalukan bagi
sebuah klub besar seperti Everton, para pemain harus keluar dan berjalan
melewati sekumpulan orang mabuk pada setiap hari pertandingan.” Konflik berkepanjangan mengenai bagaimana mengelola sebuah klub
sepakbola dan juga bisnisnya memuncak pada musim 1889-90. ketika sewa lapangan
Anfield kembali naik. Everton harus membayar 100 pound pada tahun 1884, dan
pada musim 1889-90 Houlding menetapkan Everton harus membayar 250 pound. Dan
dia pula yang punya solusi bagaimana keluar dari masalah itu. salah satunya
adalah menjadikan Everton sebuah klub profesional. pada 15 sept 1891 dia
memimpin sebuah pertemuan tentang itu. Harian lokal dilarang meliput
pertemuan itu olehnya, karena menurutnya akan menimbulkan masalah. Houlding
menyarankan Everton membeli Anfield dan tanah disekitarnya yang ternyata juga
masih miliknya. dengan penawaran harga yang tinggi tentu saja para pengurus
menolak tawaran tersebut. Walaupun dengan keuntungan yang didapat dari
perkembangan pesat dunia sepakbola dan klub itu sendiri nantinya, sebenarnya
tanah mahal itu akan menjadi aset sangat besar. Pada bulan Oktober 1891,
situasi yang masih deadlock antara Houlding dan jajaran pengurus tentang masa
depan Everton FC menjurus pada keputusan para pengurus dan pemain Everton untuk
pindah dan mencari lapangan baru. Pada pertandingan kandang melawan
Cliftonville bulan April 1893, Houlding menjelaskan mengapa situasi itu menjadi
rumit dan memuncak. sebenarnya dia sudah memberikan keringanan dengan
meminjamkan lapangan tanpa uang sewa sampai Everton bisa menghasilkan uang.
apabila klub itu pindah mereka dan dia sendiri akan kehilangan keuntungan dari
itu semua.
Selain tidak mendapatkan
keuntungan dari keadaan tersebut, masalah yang membuat muak jajaran pengurus
Everton adalah rencana Houlding menjual Anfield dan tanah disekitarnya yang
tentunya menguntungkan dia sendiri. Houlding merasa itu adalah wajar dan setara
dengan pengorbanannya pada klub selama 9 tahun ini. Houlding adalah seorang
pebisnis ambisius, dan dia melihat masa depan dari klub itu sendiri. maka dia
menginginkan klub untuk mempunyai lapangan sendiri tidak menyewa dan bisa
berkembang dari sana. Sayangnya sebagian besar pengurus Everton tidak
berpandangan sama dengannya dan mereka merasa kurang percaya diri.
Mereka lebih suka menyewa
dalam jangka waktu lama untuk sebidang tanah, tetapi bila mengikuti harga yang
ditawarkan Houlding itu terlalu tinggi. Para pengurus bereaksi dengan penawaran
Houlding dengan menawar dibawah harga yang dia tawarkan. Houlding menolak
tawaran tersebut dan menyatakan dia bukan anak kemarin sore. “Saya
tidak pernah mengerti mengapa seseorang yang sudah berbuat banyak untuk klub
dan membantu para pengurus mendapatkan perlakuan sedemikian rupa.” Jajaran pengurus terpecah antara Houlding dan Everton pada tanggal 12
maret 1892. Pada sebuah pertemuan yang dipimpin saingannya George Mahon, dan
tidak disangka John Houlding datang menghadiri pertemuan tersebut. Mahon
akhirnya berdiri dari kursi presiden klub, tapi karena Houlding merasa
dikelilingi musuhnya diapun mengatakan,”Saya disini sedang disidang dan
seorang terdakwa tidak pernah duduk dikursi hakim”. lalu dia pergi dan
diikuti oleh 18-19 orang jajaran pengurus lain yang loyal padanya. Beberapa
hari kemudian di rumah Houlding di Anfield Road dimana dia dan para pengurus
Everton yang setia padanya berniat membentuk sebuah klub baru. dan atas saran
dari seorang penggila bola William E. Barclay, mereka disarankan untuk
menggunakan nama: LIVERPOOL. dan akhirnya LFC terbentuk pada tanggal 15 Maret
1892. Barclay adalah Sekjen pertama Everton ketika
klub itu mengikuti liga musim 1888, dan diapun kembali menjadi Sekjen pertama
kali untuk LFC. sebelum saran dari Barclay itu sebenarnya ada sebuah kejutan
yang dilakukan Houlding untuk membentuk ‘Everton tandingan’.
Pada tanggal 26 Januari
1892 Houlding mencoba meregistrasikan nama ‘Everton Football Club and Athletic
Grounds Company” di London. karena dia berpendapat nama Everton FC belum pernah
diregistrasikan, maka dia berharap bisa mengambil alih dengan cara tersebut.
tapi dengan keputusan Football Council pada pertemuan 4 februari 1892 rencana
itu kandas sudah, hasil pertemuan memutuskan bahwa tidak dibenarkan klub baru
mempunyai nama yang sama dengan klub yang sudah ada di liga. Pada saat
yang sama para pengurus Everton, dan diantara mereka para pendiri dari Gereja
St. Domingo, membuat perjanjian untuk membeli tanah di sebelah utara Stanley
Park, tanah tersebut bernilai 8,090 pound. 4 dari mereka mengeluarkan
masing-masing 1000 pound untuk mendapatkan perjanjian tersebut. sementara
Houlding, harus memulai dari bawah dengan sebuah klub barunya untuk bermain di
liga. Karena tidak berhasil mendapatkan nama Everton
FC. akhirnya dia menerima tawaran sekjennya dan menamai klub barunya sama
dengan nama kota tempat tinggalnya daripada hanya memakai nama satu wilayah
saja. dan pada tahun 1894 klub mengadopsi warna kebanggaan kota sebagai warna
kaus team, yaitu merah. dan pada tahun 1901 menggunakan maskot kota Liverbird
sebagai logo di dada para pemain. Sebagian besar staff, pelatih dan para
pemain memilih bergabung di Goodison bersama Everton FC, maka LFC harus
dibangun dari nol.
Untungnya tersisa pelatih
John McKenna yang loyal pada houlding dan sekjennya Barclay. sebagian besar
anggota tim dibawa oleh McKenna, seorang yang Irlandia sejati dan dinamis. John ‘Jujur’ McKenna
telah melakukan hal paling berjasa dibandingkan orang lain di sepakbola
Inggris. dia adalah Pelatih di Anfield selama 30 tahun
pertama, dan juga mendapatkan kedudukan sebagai Presiden klub untuk 2 musim.
dia adalah anggota dari FA Council dari tahun 1905, dan menjadi Presiden Liga
Primer pada tahun 1910, dan menjadi wakil presiden FA pada tahun 1928. McKenna
pun pernah memimpin di beberapa komite sebelum dia akhirnya meninggal pada
tahun 1936. Dia adalah orang yang dihormati dipersepakbolaan inggris, dengan
keunikan dan keterampilannya mengatur sebuah strategi dalam pertandingan.
Houlding mungkin adalah pendiri LFC, tapi McKenna adalah otak dibalik
kesuksesan diawal berdirinya LFC. Kesuksesan
yang meroket didunia persepakbolaan Inggris saat itu membuktikan bahwa
kemampuan John McKenna sebagai Manajer dan Pengendali team. dengan pinjaman
lunak dari Houlding sebesar 500pound yang tak pernah terbayarkan kembali,
McKenna mencoba membangun dengan uang yang minim dengan merekrut 12 pemain
lebih dari Skotlandia. Keputusannya ini membuat LFC dikenal sebagai “team
yang semua pemainnya bernama Macs” karena hampir semua pemain
bermarga ‘Mc’. Tapi walau diantara orang-orang skotland itu,
pada formasi awal penjaga gawang Bill McOwen sebenarnya adalah orang Inggris
asli. pada awal pendiriannya, Liverpool ditolak
bergabung di liga primer dan mereka harus memulai dari liga terbawah yaitu
Lancashire League. Pada awal September 1892 Liverpool FC bertanding untuk
pertama kali di Anfield melawan Rotherham dari Midland League dalam
pertandingan persahabatan. Pada hari yang sama Everton memainkan
pertandingan pertamanya di Goodison, dibagian lain Stanley Park. persaingan
sudah dimulai! team manakah yang mendapatkan dukungan dari para warga
Liverpool? Presiden Liverpool mengumumkan di sebuah harian,” tidak ada
pertandingan yang lebih baik dari LFC yang pantas disaksikan di kota ini”. itu
merupakan pesan untuk Everton. dan suratkabar tersebut menuliskan,”Councillor
J. Houlding membuka pertandingan dengan menendang bola pertama”. Liverpool
menang telak 7-1. McVean adalah pencetak gol pertama untuk LFC pada babak
pertama. Yang disayangkan hari itu adalah hanya segelintir orang yang hadir
menyaksikan pertandingan tersebut, karena lebih dari 10.000 orang lebih suka
datang ke Goodison.
Beberapa hari kemudian LFC
menjadi tuan rumah untuk pertandingan pertama Liga Lancashire. Pada 3 september
1892 LFC menjamu Higher Walton dan kembali menang telak 8-0. Pertandingan
tertunda beberapa jam karena keterlambatan tim tamu. Dan kembali hanya beberapa
ratus orang yang menjadi saksi kemenangan besar di pertandingan pertama
tersebut. Sang kapten pada saat itu, McVean, memenangkan lempar koin dan
memilih bagian lapangan yang menghadap ke Anfield road pada babak pertama. Dan
itu menjadi tradisi bagi banyak Kapten tim LFC untuk mengikuti hasil lempar
koin pada pertandingan itu.
Gelar Juara Liga Primer
Pertama kali Liverpool
FC pada tahun 1901
Setelah 8 tahun masuk di
kancah Liga Premier, LFC bangkit memuncaki Liga inggris dengan gelar juara
ditangan yang menjadi modal untuk generasi Anfield selanjutnya. Benih
kesuksesan ini sudah di tebarkan sejak 1896 ketika LFC memutuskan merekrut
Legenda sepakbola Tom Watson menjadi Manajer Tim. hasilnya adalah tim ini tidak
bisa diremehkan. salah satu gebrakan pertamanya adalah mengontrak Alex Raisbeck
yang sangat inspirasional 2 tahun kemudian. berkat tangan dingin Watson lah tim
juara LFC dibangun.
Dengan Raisbeck sebagai
pemimpin di belakang, dan Bill Perkins yang handal dibawah mistar gawang.
didampingi oleh Billy Dunlop pemain internasional Skotlandia sebagai Full-Back
dan pemain sayap jack Cox yangmenyisir sisi lapangan membantu assist bagi Sam Raybound
si penyerang. tim LFC musim 1900/01 dilansir adalah tim dengan kemampuan
terbaiknya. Semua ini terjadi pada jaman kumis baplang, ketika para pemain
LFC berganti pakaian di Sandon dan berkemas untuk pertandingan away dengan
menggunakan kereta atau kereta berkuda.
Anfield yang pada masa itu
hanya mampu menampung 20.000 penonton pada setiap pertandingan di akhir pekan.
dan pada setiap harinya kambing mengunyah rumputnya dan memberikan pupuk alami
dari kotorannya. juga masa keruntuhan ratu Victoria yang mendominasi
koran-koran lokal. Gol dari Robertson, Satterhwaite dan Raybound membuat LFC
mengawali musim dengan sempurna ketika mengalahkan Blackburn Rovers 3-0 di
Anfield pada pembukaan musim didepan 20.000 pendukungnya.
The Reds sedang membabi
buta dengan mengemas kemenangan selanjutnya 2-1 melawan Stoke City, lalu
membungkam West Bromwich Albion telak 5-0 menjadikan 3 kemenangan
berturut-turut bagis skuad Tom Watson. meskipun begitu Aston Villa yang
mempunyai selisih pertandingan lebih banyak memuncaki klasemen saat
itu. Penyerang Sam Raybound bersama Tommy Robertson, masing-masing
mengemas 1 gol disetiap pertandingan dalam 3 pertandingan terakhir. dan
Raybound kembali mencetak gol pada Merseyside Derby di Goodison Park. Tendangan
pada menit 46 membungkam mulut para pendukung The Toffees yang sudah memimpin
dibabak pertama. dengan hasil imbang di derby tersebut kemenangan penuh LFC pun
berakhir. pada minggu depannya LFC menjamu favorit juara musim itu Sunderland.
dan mereka mengalami kekalahan pertama dikandang pula.
LFC dibekap dengan 1-2 di
Anfield, dan itu menjadi titik balik dari kemenangan berturut-turut di awal
musim. Bagi pelatih Watson, kalah dari klub asalnya adalah kenyataan pahit yang
harus ditelan, tetapi dialah yang akhirnya akan tertawa untuk terakhir kalinya
nanti di akhir musim. Kemenangan bagi Notts County dan Wolves menambah
kekalahan menjadi berturut-turut bagi LFC. dan sementara tergeser ke papan
tengah di urutan klasemen, tetapi sebuah kemenangan besar 5-1 kembali
mengumpulkan keyakinan para pemain dan supporter di Anfield. kemenangan 5-1 itu
menghancurkan favorit juara lainnya, Aston Villa.seperti biasa ditengah musim
keadaan mulai berbalik memburuk, dengan tidak konsistennya para pemain semakin
menghantui The Reds. setelah kalah dari Sheffield dan United yang lalu ditutup
dengan kemenangan dari Manchester City 4-3.
Andy McGuigan membalikan
keadaan dibabak kedua dan menghadiahkan kemenangan bagi the Reds dengan semua
golnya setelah tertinggal 2-3 dibabak pertama. Seiring pergantian tahun
dengan keyakinan penuh dari para Liverpudlians tetapi kenyataannya gelar juara
semakin jauh dari jangkauan. walaupun pada awal abad itu diawali dengan
kemenangan 3-1 dari Stoke City, tetapi kekalahan menyakitkan dari Everton
dikandang dan minggu berikutnya dari Bolton semakin memudarkan harapan juara
bagi the Reds. Pada pertengahan Februari, LFC terdampar di posisi 8 klasemen,
tertinggal 9 poin dari pimpinan klasemen, Nottingham Forest. tetapi dengan
determinasi tinggi yang akhirnya menjadi ciri khas team juara ala LFC di masa
akan datang, hasil-hasil yang gemilang datang belakangan untuk berjuang meraih
gelar juara. pada 23 Februari, Watson membawa tim melawat ke klub lamanya,
Roker Park. dan bukan mustahil kembali ke kandang lama dengan sebuah senyuman
menjadi hadiah manis setelah Jack Cox mengemas gol penting 1-0 untuk
membuktikan ini adalah kebangkitan yang tak bisa ditangguhkan lagi.
Wolves, Villa dan Newcastle
berhasil dikalahkan oleh the Reds yang perlahan-lahan kembali bergeser menuju
ke posisi dua klasemen dan gol Raybound pada menit 75 di Anfield pada tanggal 8
April 1901 menjadi pertanda kemenangan penting dan menggeser penghuni posisi
kedua klasemen, Notts County.Membuat persaingan semakin ketat dengan selisih 5
point dari pemimpin sementara Sunderland dengan 3 pertandingan sisa ditangan
menjadikan kesempatan untuk mengangkat Piala Juara untuk pertama kali semakin
didepan mata bagi para Merseysider. Kemenangan atas Sheffield United atas
perolehan gol dari goal getter terbaik the Reds Raybound, pada Senin Paskah
mensejajarkan LFC dengan Rokerites pada posisi puncak klasemen menjadikan
persaingan juara semakin memanas saat itu. Dibayang-bayangi oleh Nottingham
Forest di posisi ketiga semakin memanaskan persaingan, apalagi the Reds harus
menghadapi mereka di Anfield. dan kembali the Reds bernafas lega setelah Cox
dan Goldie mengakhiri mimpi Nottingham Forest untuk menyaingi the Reds dalam
persaingan gelar juara dan semakin mengamankan posisi the Reds di posisi kedua
klasemen.
Tiga hari sebelumnya Sunderland
sudah mengemas kemenangan 2-0 atas rival sedaerahnya Newcastle United dan tetap
memuncaki klasemen dengan hanya perbedaan selisih goal. menjadikan persaingan
untuk menjadi juara bagi LFC ada di pertandingan away melawan West Brom 29
April nanti. Dengan hasil seri dengan Albion dan raihan 1
poin saja cukup bagi the Reds untuk memenangi kejuaraan. tapi The Baggies tidak
akan menyerah begitu saja atau mungkin akan membalikan keadaan dan the Reds
tidak mau kompromi dengan segala kemungkinan itu. Sejak dari peluit pertama the
Reds berjuang hidup dan mati, akhirnya itu semua membuka jalan menuju
kemenangan setelah berhasil memimpin di babak pertama melalui gol dari Walker
yang menyambut bola rebound tendangan Raybound yang berhasil ditahan kiper the
Baggies. pada babak kedua bomber tuan rumah memborbardir kiper Bill Perkins
dari berbagai sudut tetapi pertahanan the Reds mati-matian berusaha
mempertahankan kemenangan demi gelar juara pertama mereka. sebuah kemenangan
yang sangat layak akhirnya diraih juga dan sebuah jawaban bagi para kritikus
yang mengomentari kans bagi the Reds diawal musim.
Perjuangan Perkins, Goldie
dan Robertson menjadi semakin lengkap ketika Raybound menjadi top skorer dengan
16 gol dan Raisbeck sang skipper menjadi inspirasi bagi semua pemain the Reds. pada akhir musim koran Liverpool Echo mencatat,” kemarin adalah
persaingan yang sengit dipuncak klasemen antara LFC dan Sunderland yang harus
berakhir hingga hari terakhir di musim ini. tetapi para pemuda Anfield pantang
menyerah. sejak awal tahun 1901 mereka hanya 2 kali kalah, dan anak-anak LFC
satu-satunya tim yang mencetak gol lebih banyak dipertandingan tandang
dibandingkan di kandang sendiri (23 gol dengan 22 gol) ini adalah hasil yang
memuaskan. Pada pertandingan tandang mereka menang 7 kali dan seri 5 kali,
dengan mengemas 19 poin dari 34, lebih dari setengah perolehan poin mereka.
kenyataan menyebutkan kalau pertahanan LFC menduduki peringkat terbaik di liga.
LFC pun mengemas gol terbanyak 59 dibandingkan dengan Sunderland dengan 57
gol." Setelah kemenangan melawan West Brom, juara baru
kembali ke Liverpool menggunakan kereta dan mereka di sambut di Central Station
malam harinya oleh ribuan fans yang mengeluk-elukan mereka. Raisbeck dibopong
oleh para fans sepanjang jalan menuju Anfield yang penuh oleh para fans,
sementara drum dan pipebag trompet band membawakan lagu yang cocok dengan momen
tersebut, “The Conquering Hero”. Sementara para pemain lainnya dan
para manajer dan staff kembali ke Anfield menaiki kereta kuda dengan bangga dan
senyum lebar sambil mengangkat trophy Liga tinggi-tinggi. Akhirnya,
Trophy Liga Primer sudah mengisi lemari kosong itu untuk pertama kalinya, bukan
berarti itu akan menjadi trophy yang terakhir.
gimana ?? udah tau kan sejarah singkat Liverpool fc .. follow @Basuki91